AI memiliki kesamaan dengan Dokter dalam memeriksa di kasus Sinar-X

Khaeruddin Asdar Avatar
AI memiliki kesamaan dengan Dokter dalam memeriksa di kasus Sinar-X

Kecerdasan Buatan (AI) dapat menganalisis sinar-X dan mendiagnosis masalah medis sama seperti dokter, menurut sebuah penelitian.

Perangkat lunak dilatih menggunakan rontgen dada dari lebih dari 1,5 juta pasien, dan dipindai untuk 37 kemungkinan kondisi.

Itu sama akuratnya atau lebih akurat dibandingkan analisis dokter pada saat gambar diambil untuk 35 dari 37 kondisi, kata Universitas Warwick.

AI dapat mengurangi beban kerja dokter dan keterlambatan diagnosis, serta menawarkan “opini kedua” yang terbaik bagi ahli radiologi, tambah para peneliti.

Perangkat lunak tersebut memahami bahwa beberapa kelainan yang dipindai lebih serius daripada kelainan lainnya, dan dapat menandai kelainan yang paling mendesak bagi petugas medis, kata universitas tersebut.

Untuk memastikan keakuratan hasil, lebih dari 1.400 sinar-X yang dianalisis oleh perangkat lunak diperiksa silang oleh ahli radiologi senior.

Mereka kemudian membandingkan diagnosis yang dibuat oleh AI dengan diagnosis yang dibuat oleh ahli radiologi pada saat itu.

‘Masa depan pengobatan’
Perangkat lunak tersebut, yang disebut X-Raydar, menghilangkan kesalahan manusia dan bias, kata penulis utama, Dr Giovanni Montana, Profesor Ilmu Data di Universitas Warwick.

“Jika pasien dirujuk untuk rontgen dengan masalah jantung, mau tidak mau dokter akan fokus pada jantung dibandingkan paru-paru,” ujarnya.

“Hal ini sangat dapat dimengerti namun menimbulkan risiko masalah yang tidak terdeteksi di bidang lain”.

AI seperti ini akan menjadi “masa depan pengobatan” dan bertindak sebagai “co-pilot bagi para dokter yang sibuk”, kata rekan penulis, Profesor Vicky Goh dari King’s College London.

Alat sinar-X AI ini merupakan kolaborasi antara Universitas Warwick, King’s College London, dan NHS, dan didanai oleh Wellcome Trust.

Perangkat lunak ini tersedia open source untuk penggunaan non-komersial guna meningkatkan laju pengembangan penelitian, tambah universitas tersebut.

Sumber : www.bbc.com